Selasa, 29 Maret 2016

Bagaimana Jika Tidak Ada Kebudayaan?





Terdapat beberapa definisi dari kebudayaan, salah satunya adalah menurut Edward Burnett Tylor. Ia berpendapat kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang  sebagai anggota masyarakat. Jika dlihat dari definisi tersebut dapat kita simpulkan bahwa kebudayaan merupkan hal yang penting yang dimiliki oleh manusia. Dimana ada kebudayaan disitulah ada manusia. Lalu pernahkah kita berfikir tentang bagaimana manusia atau sekelompok masyarakat jika tidak mempunyai kebudayaan? Apa dampaknya bagi mereka?
Manusia lahir dan dibesarkan di lingkungan yang berbudaya. Kebudayaan tersebutlah yang mempersatukan masyarakat untuk menciptakan kestabilan. Oleh karena itu budaya juga disebut sebagai identitas bangsa. Jadi apa bila suatu bangsa tidak memilik kebudayaan yang khas maka bangsa terebut tidak ada nilai-nilai pedoman untuk hidup secara bersama. Jika sudah begitu suatu bangsa yang tidak mempunya kebudayaan dapat tercerai-berai.
 Adanya budaya jugalah yang dapat membedakan antara manusia dengan hewan. Karena salah satu sifat budaya adalah mengontrol, baik itu mengontrol manusia dalam bidang sosial, moral dan norma, dll. Contohnya saja adalah kebudayaan mengantri, dari mengantri kita belajar untuk saling menghormati antar setiap manusia. Dari situ kita dituntut bahwa setiap derajat sosial seseorang mempunya hak asasi yang sama. Jadi bisa dibayangkan bukan kacaunya hidup manusia jika tidak ada budaya.
Walaupun demikian, kebudayaan juga dapat menimbulkan perselisihan antar sesama manusia. Dengan adanya keragaman budaya yang terdapat dalam satu lingkungan yang  sama, dapat menimbulkan pendapat-pendapat yang saling bertentangan. Hal tersebutlah yang menjadi PR kita untuk bisa saling melengkapi satu sama lain. Apa lagi kita berasal dari Indonesia –Negri dengan sejuta budaya- antara budaya satu dengan yang lainnya harus meyakini bahwa semua budaya itu masing-masing terdapat nilai positif dan negatifnya, kita harus selalu menghargai satu sama lain agar negara Indonesia ini tetap pada semboyannya “Bhineka Tunggal Ika”



Senin, 21 Maret 2016

Kenapa Saya Memilih Teknik Industri?


           Pemilihan jurusan dalam kuliah sangatlah penting. Kita tidak boleh asal dalam memilih jurusan, harus disesuaikan dengan minat dan bakat kita. Karena hal tersebut sewatu SMA saya mulai mencari informasi-informsi mengenai jurusan yang pas dengan minat saya. Sebenarnya dari dulu saya ingin sekali kuliah di fakultas teknik. Mengapa demikian? Karena saya ingin mempelajari lebih jauh mengenai ilmu penerapan sains (khususnya fisika dan kimia), tetapi juga ada ilmu manajemennya. Selain itu, saya lebih suka menghitung dari pada menghafal hal-hal yang terlalu banyak. Dan saya rasa memilih jurusan teknik merupakan hal yang pas untuk saya. Hanya saja pada saat itu saya masih bingung memilih antara Teknik Kimia dan Teknik Industri. Lalu pada akhirnya setelah beberapa kali berkonsultasi kepada orang tua saya, guru dan teman teman akhirnya saya memilih jurusan Teknik Industri.


Mengapa memilih teknik industri?


          Teknik industri merukan jurusan yang luas, bukan hanya ilmu sains saja yang dipelajari tetapi ilmu sosialnya juga ada, seperti manajemen dan ekonomi. Selain itu di teknik industri ini saya juga akan diajarkan bagaimana caranya berpola pikir atau memecahkan masalah secara kreatif dan efisien, baik dari segi proses, system dan waktu. Menurut saya hal tersebut merupakan bekal yang baik untuk nantinya di dunia kerja.

               Alasan yang lainnya adalah karena prospek kerja jurusan Teknik Industri yang luas. Hmmm.. untuk hal tersebut pasti sudah menjadi rahasia umum bukan? Ya tentu saja lulusan sarjana Teknik Industri bisa bekerja di bidang produksi, entrepreneur, manufraktur, perancangan system dan masih banyak lagi. Oleh karena itu saya merasa tertantang. Belum lagi di Teknik Industri terdapat beberapa matakuliah yang saya senangi yaitu yang berhubungan dengan matematika dan fisika. Hal tersebut membuat saya tambah semangat dalam belajar dan untuk memdapatkan IPK yang tinggi. Aamiin...