“Pendidikan yang jujur akan menghasilkan
pemimpin yang jujur. Dan jangan pernah berhenti mendidik generasi bangsa” - Andri
Rizki Putra
Inspirator adalah orang yang dapat
memberikan inspirasi bagi orang banyak, baik melalui tindakan yang dapat
membuat perubahan pada lingungan sekitarnya bahkan dari kerja keras dan hasil
yang ia dapat untuk dirinya sendiri. Di Indonesia, generasi muda yang dapat
dijadikan inspirator sangatlah banyak. Namun disini, saya akan menceritakan
inspirator muda yang bernama Andri Rizki. Ya, mungkin beberapa dari kalian
sudah mengetahui siapa Andri Rizki ini. Berhubung ia sering tampil di
acara-acara bergengsi seperti Kick Andy, Hitam Putih, salah satu acara di
Kompas TV, dan lain lain.
Nah
semakin penasaran bukan, siapa itu Andri Rizki? Oke langsung saja saya
ceritakan ya J
Andri Rizki Putra atau akrab disapa Rizki
ini lahir di medan, pada 20 Oktober 1991. Rizki merupakan anak tunggal dari
ayah keturunan Tionghoa dan ibu keturunan Batak. Sejak kecil, ayah dan ibunya
telah bercerai. Sehingga Rizki tinggal berdua bersama ibunya, ibu Arlina
Sariani. Tetapi sejak masih bayi hngga berumur 6 tahun Rizki tinggal bersama
kakeknya di Medan, sedangkan sang ibu mencari nafkah di Jakarta. Setelah
berumur 6 tahun (tahun 1997) barulah Rizki tinggal bersama ibunya di Jakarta.
Sejak kecil sang ibu tidak pernah menyuruh Rizki untuk belajar dan
membebaskannya untuk memilih apapun yang disukainya, hal itulah yang membuat
Rizki menjadi anak yang berani untuk berpendapat. Bagi Rizki, ibu adalah sosok
yang sangat mempercainya juga selalu mendukungnya. Dan berkat kepercayaan
tersebutlah Rizki menjadi seorang yang bertanggung jawab terhadap pilihan hidup
yang ia pilih.
Pertengahan tahun 2006 merupakan hal yang
mending dalam hidupnya. Saat Rizki berada di kelas 3 SMP dan sedang menjalani
Ujian Nasonal ia menyaksikan guru dan pengawas di sekolahnya seolah-olah
menutup mata terhadap anak-anak yang menyontek, bahkan ada yang mengirim kunci
jawaban UN melalui SMS. Melihat hal itu Rizki sempat melaporkan kejadian
tersebut kepada kepala sekolah, guru, kantor polisi, bahkan ke Indonesia
Corruption Watch (ICW). Tetapi hasil yang ia dapat adalah nihil, orang-orang
justru menganggap enteng dan mengucilkannya. Bahkan salah satu oknum pun
berkata “Menyontek adalah hal yang biasa, jika kamu tidak bisa mengikuti arus
maka kamu akan menjadi orang yangn tertinggal”. Sesudah itu sang oknum pun juga
menyuruh Rizki untuk menyontek. Dari situ Rizki mulai kecewa dengan system
pendidikan di Indonesia. Ia tidak mau menyontek bukan karena ia gengsi atau
apa, tetapi menurutnya “Pendidikan adalah hal yang sakral, lagi pula sudah
banyak orang pintar di negri ini. Jad Indonesia tidak membutuhkan orang yang
pintar tetapi orang yang memiliki INTEGRITAS”. Begitulah pemikiran Rizki pada saat
itu, sungguh hebat bukan J
Lalu karena Rizki sudah terlanjur kecewa di
saat di SMA pun ia sering bolos. Bukan karena malas tentunya, tapi ia sakit
hati pada system pendidikan di Indonesia. Juga rasa kepercayaan kepada Lembaga
Pendidikan Formal pun telah hilang. Ia tahu pasti kecurangan UN tersebut pasti
akan terulang kembali di akhir masa sekolah. Baru masuk SMA 2 setengah bulan,
Rizki pun memutuskan untuk keluar dari sekolah. Rizki sangat beruntung memiliki
ibu yang selalu mendukung keputusannya. Disaat orang lain mengucilkannya karena
putus sekolah, sang ibu selalu mendukung dan mendoakannya.
Sewaktu putus sekolah, Rizki memutuskan
belajar otodidak dan mengikuti pendidikan kesetaraan Paket C atau setara SMA. Ia
tidak malu dan patah semangat, dengan tekat dan kejujuran ia membuktikan bahwa
ia berhasil menyelesaikan pendidikan setara SMA nya dalam waktu satu tahun
(akselerasi). Juga berhasil masuk di jurusan Hukum Universitas Indonesia. Selain itu, tahun 2016 ini Rizki juga berencana untuk melanjutkan S2 nya di Universitas Harvard.
Kemudian, berawal dari keprihatinan Rizki
mengenai system pendidikan di Indonesia, serta banyaknya siswa putus sekolah
karena kurangnya biaya. Mendorong dirinya untuk mendirikan Yayasan Pemimpin
Anak Bangsa (YPAB). Melalui yayasan ini ia memberikan pendidikan gratis paket
A, B, C untuk masyarakat yang kurang mampu. Disana, ia juga menekankan
kejujuran pada seluruh siswanya. Karena baginya hanya dengan kejujuranlah yang
akan melahirkan pemuda-pemuda pemimpin bangsa yang hebat.
Oh iya Rizki juga telah menerbitkan buku
yang berjudul “Orang Jujur Tidak Sekolah”. Menurut saya buku ini sangat bagus
untuk dibaca khususnya untuk kaum muda
![]() |
| Buku yang diterbitkan oleh Rizki |
![]() |
| Salah satu bagian terfavorit |
Berikut ini adalah wawancara singkat Rizki di acara kick andy
Wah jujur saja, melihat kisah hidup Andri
Rizki ini membuatku merinding. Hahaha bukan karena seram pastinya, tetapi saya
sangat salut dengan perjuangannya. Dengan keberanian dan kejujurannya ia berani
memperjuangkan kebenaran. Bukan hanya sekedar omongan saja tetapi ia
benar-benar melakukan tindakan yang nyata dan bahkan sudah ada hasilnya yaitu YPAB. Karena hal itulah menurutku Andri Rizki layak untuk disebut inspirator
muda.


