Senin, 25 April 2016

Pemuda Jujur yang Menginspirasi

“Pendidikan yang jujur akan menghasilkan pemimpin yang jujur. Dan jangan pernah berhenti mendidik generasi bangsa” - Andri Rizki Putra

Inspirator adalah orang yang dapat memberikan inspirasi bagi orang banyak, baik melalui tindakan yang dapat membuat perubahan pada lingungan sekitarnya bahkan dari kerja keras dan hasil yang ia dapat untuk dirinya sendiri. Di Indonesia, generasi muda yang dapat dijadikan inspirator sangatlah banyak. Namun disini, saya akan menceritakan inspirator muda yang bernama Andri Rizki. Ya, mungkin beberapa dari kalian sudah mengetahui siapa Andri Rizki ini. Berhubung ia sering tampil di acara-acara bergengsi seperti Kick Andy, Hitam Putih, salah satu acara di Kompas TV, dan lain lain.

          Nah semakin penasaran bukan, siapa itu Andri Rizki? Oke langsung saja saya ceritakan ya J

Andri Rizki Putra atau akrab disapa Rizki ini lahir di medan, pada 20 Oktober 1991. Rizki merupakan anak tunggal dari ayah keturunan Tionghoa dan ibu keturunan Batak. Sejak kecil, ayah dan ibunya telah bercerai. Sehingga Rizki tinggal berdua bersama ibunya, ibu Arlina Sariani. Tetapi sejak masih bayi hngga berumur 6 tahun Rizki tinggal bersama kakeknya di Medan, sedangkan sang ibu mencari nafkah di Jakarta. Setelah berumur 6 tahun (tahun 1997) barulah Rizki tinggal bersama ibunya di Jakarta. Sejak kecil sang ibu tidak pernah menyuruh Rizki untuk belajar dan membebaskannya untuk memilih apapun yang disukainya, hal itulah yang membuat Rizki menjadi anak yang berani untuk berpendapat. Bagi Rizki, ibu adalah sosok yang sangat mempercainya juga selalu mendukungnya. Dan berkat kepercayaan tersebutlah Rizki menjadi seorang yang bertanggung jawab terhadap pilihan hidup yang ia pilih.

Pertengahan tahun 2006 merupakan hal yang mending dalam hidupnya. Saat Rizki berada di kelas 3 SMP dan sedang menjalani Ujian Nasonal ia menyaksikan guru dan pengawas di sekolahnya seolah-olah menutup mata terhadap anak-anak yang menyontek, bahkan ada yang mengirim kunci jawaban UN melalui SMS. Melihat hal itu Rizki sempat melaporkan kejadian tersebut kepada kepala sekolah, guru, kantor polisi, bahkan ke Indonesia Corruption Watch (ICW). Tetapi hasil yang ia dapat adalah nihil, orang-orang justru menganggap enteng dan mengucilkannya. Bahkan salah satu oknum pun berkata “Menyontek adalah hal yang biasa, jika kamu tidak bisa mengikuti arus maka kamu akan menjadi orang yangn tertinggal”. Sesudah itu sang oknum pun juga menyuruh Rizki untuk menyontek. Dari situ Rizki mulai kecewa dengan system pendidikan di Indonesia. Ia tidak mau menyontek bukan karena ia gengsi atau apa, tetapi menurutnya “Pendidikan adalah hal yang sakral, lagi pula sudah banyak orang pintar di negri ini. Jad Indonesia tidak membutuhkan orang yang pintar tetapi orang yang memiliki INTEGRITAS”. Begitulah pemikiran Rizki pada saat itu, sungguh hebat bukan J

Lalu karena Rizki sudah terlanjur kecewa di saat di SMA pun ia sering bolos. Bukan karena malas tentunya, tapi ia sakit hati pada system pendidikan di Indonesia. Juga rasa kepercayaan kepada Lembaga Pendidikan Formal pun telah hilang. Ia tahu pasti kecurangan UN tersebut pasti akan terulang kembali di akhir masa sekolah. Baru masuk SMA 2 setengah bulan, Rizki pun memutuskan untuk keluar dari sekolah. Rizki sangat beruntung memiliki ibu yang selalu mendukung keputusannya. Disaat orang lain mengucilkannya karena putus sekolah, sang ibu selalu mendukung dan mendoakannya.

Sewaktu putus sekolah, Rizki memutuskan belajar otodidak dan mengikuti pendidikan kesetaraan Paket C atau setara SMA. Ia tidak malu dan patah semangat, dengan tekat dan kejujuran ia membuktikan bahwa ia berhasil menyelesaikan pendidikan setara SMA nya dalam waktu satu tahun (akselerasi). Juga berhasil masuk di jurusan Hukum Universitas Indonesia. Selain itu, tahun 2016 ini Rizki juga berencana untuk melanjutkan S2 nya di Universitas Harvard. 

Kemudian, berawal dari keprihatinan Rizki mengenai system pendidikan di Indonesia, serta banyaknya siswa putus sekolah karena kurangnya biaya. Mendorong dirinya untuk mendirikan Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB). Melalui yayasan ini ia memberikan pendidikan gratis paket A, B, C untuk masyarakat yang kurang mampu. Disana, ia juga menekankan kejujuran pada seluruh siswanya. Karena baginya hanya dengan kejujuranlah yang akan melahirkan pemuda-pemuda pemimpin bangsa yang hebat.


Oh iya Rizki juga telah menerbitkan buku yang berjudul “Orang Jujur Tidak Sekolah”. Menurut saya buku ini sangat bagus untuk dibaca khususnya untuk kaum muda
Buku yang diterbitkan oleh Rizki
Salah satu bagian terfavorit

Berikut ini adalah wawancara singkat Rizki di acara kick andy



Wah jujur saja, melihat kisah hidup Andri Rizki ini membuatku merinding. Hahaha bukan karena seram pastinya, tetapi saya sangat salut dengan perjuangannya. Dengan keberanian dan kejujurannya ia berani memperjuangkan kebenaran. Bukan hanya sekedar omongan saja tetapi ia benar-benar melakukan tindakan yang nyata dan bahkan sudah ada hasilnya yaitu YPAB. Karena hal itulah menurutku Andri Rizki layak untuk disebut inspirator muda.