Di era
globalisasi dunia berkembang sangat pesat, dan salah satu penyebabnya adalah
teknologi. Teknologi memberikan banyak kemudahan bagi manusia. Dengan adanya
teknologi memugkinkan kita untuk dapat melakukan hal apa saja. Contohnya jika
kita kesusahan dalam suatu bidang/masalah tertentu, kita bisa mencari referensi
solusinya di internet. Selain itu dengan muncul smart-phone juga memudahkan
kita dikehidupan sehari-hari. Namun demikian, jika penggunaan teknologi tidak
dapat kita batasi hal tersebut justru akan membawa dampak negatif bagi
penggunanya.
Salah satu
dampak negatif dari penggunaan teknologi adalah hilangnya nilai moral dan etika
remaja. Saat ini hampir semua remaja menggunakan handphone. Walaupun begitu hal
tersebut juga dapat menimbulkan kesenjangan antara remaja satu dengan yang
lain. Mereka yang memiliki HP canggih merasa bagga dan pamer, sedangkan mereka
yang memiliki HP yang sederhana merasa kurang percaya diri dan minder. Hal itu
membuat beberapa remaja menuntut kepada orang tuanya untuk dibelikan HP yang
lebih bagus. Mungkin bagi orang tua yang berkecukupan tidak masalah, tetapi
bagi orang tua yang ekonominya menengah hal iitu menjadi beban tersendiri.
“Pendidikan yang jujur akan menghasilkan
pemimpin yang jujur. Dan jangan pernah berhenti mendidik generasi bangsa” - Andri
Rizki Putra
Inspirator adalah orang yang dapat
memberikan inspirasi bagi orang banyak, baik melalui tindakan yang dapat
membuat perubahan pada lingungan sekitarnya bahkan dari kerja keras dan hasil
yang ia dapat untuk dirinya sendiri. Di Indonesia, generasi muda yang dapat
dijadikan inspirator sangatlah banyak. Namun disini, saya akan menceritakan
inspirator muda yang bernama Andri Rizki. Ya, mungkin beberapa dari kalian
sudah mengetahui siapa Andri Rizki ini. Berhubung ia sering tampil di
acara-acara bergengsi seperti Kick Andy, Hitam Putih, salah satu acara di
Kompas TV, dan lain lain.
Nah
semakin penasaran bukan, siapa itu Andri Rizki? Oke langsung saja saya
ceritakan ya J
Andri Rizki Putra atau akrab disapa Rizki
ini lahir di medan, pada 20 Oktober 1991. Rizki merupakan anak tunggal dari
ayah keturunan Tionghoa dan ibu keturunan Batak. Sejak kecil, ayah dan ibunya
telah bercerai. Sehingga Rizki tinggal berdua bersama ibunya, ibu Arlina
Sariani. Tetapi sejak masih bayi hngga berumur 6 tahun Rizki tinggal bersama
kakeknya di Medan, sedangkan sang ibu mencari nafkah di Jakarta. Setelah
berumur 6 tahun (tahun 1997) barulah Rizki tinggal bersama ibunya di Jakarta.
Sejak kecil sang ibu tidak pernah menyuruh Rizki untuk belajar dan
membebaskannya untuk memilih apapun yang disukainya, hal itulah yang membuat
Rizki menjadi anak yang berani untuk berpendapat. Bagi Rizki, ibu adalah sosok
yang sangat mempercainya juga selalu mendukungnya. Dan berkat kepercayaan
tersebutlah Rizki menjadi seorang yang bertanggung jawab terhadap pilihan hidup
yang ia pilih.
Pertengahan tahun 2006 merupakan hal yang
mending dalam hidupnya. Saat Rizki berada di kelas 3 SMP dan sedang menjalani
Ujian Nasonal ia menyaksikan guru dan pengawas di sekolahnya seolah-olah
menutup mata terhadap anak-anak yang menyontek, bahkan ada yang mengirim kunci
jawaban UN melalui SMS. Melihat hal itu Rizki sempat melaporkan kejadian
tersebut kepada kepala sekolah, guru, kantor polisi, bahkan ke Indonesia
Corruption Watch (ICW). Tetapi hasil yang ia dapat adalah nihil, orang-orang
justru menganggap enteng dan mengucilkannya. Bahkan salah satu oknum pun
berkata “Menyontek adalah hal yang biasa, jika kamu tidak bisa mengikuti arus
maka kamu akan menjadi orang yangn tertinggal”. Sesudah itu sang oknum pun juga
menyuruh Rizki untuk menyontek. Dari situ Rizki mulai kecewa dengan system
pendidikan di Indonesia. Ia tidak mau menyontek bukan karena ia gengsi atau
apa, tetapi menurutnya “Pendidikan adalah hal yang sakral, lagi pula sudah
banyak orang pintar di negri ini. Jad Indonesia tidak membutuhkan orang yang
pintar tetapi orang yang memiliki INTEGRITAS”. Begitulah pemikiran Rizki pada saat
itu, sungguh hebat bukan J
Lalu karena Rizki sudah terlanjur kecewa di
saat di SMA pun ia sering bolos. Bukan karena malas tentunya, tapi ia sakit
hati pada system pendidikan di Indonesia. Juga rasa kepercayaan kepada Lembaga
Pendidikan Formal pun telah hilang. Ia tahu pasti kecurangan UN tersebut pasti
akan terulang kembali di akhir masa sekolah. Baru masuk SMA 2 setengah bulan,
Rizki pun memutuskan untuk keluar dari sekolah. Rizki sangat beruntung memiliki
ibu yang selalu mendukung keputusannya. Disaat orang lain mengucilkannya karena
putus sekolah, sang ibu selalu mendukung dan mendoakannya.
Sewaktu putus sekolah, Rizki memutuskan
belajar otodidak dan mengikuti pendidikan kesetaraan Paket C atau setara SMA. Ia
tidak malu dan patah semangat, dengan tekat dan kejujuran ia membuktikan bahwa
ia berhasil menyelesaikan pendidikan setara SMA nya dalam waktu satu tahun
(akselerasi). Juga berhasil masuk di jurusan Hukum Universitas Indonesia. Selain itu, tahun 2016 ini Rizki juga berencana untuk melanjutkan S2 nya di Universitas Harvard.
Kemudian, berawal dari keprihatinan Rizki
mengenai system pendidikan di Indonesia, serta banyaknya siswa putus sekolah
karena kurangnya biaya. Mendorong dirinya untuk mendirikan Yayasan Pemimpin
Anak Bangsa (YPAB). Melalui yayasan ini ia memberikan pendidikan gratis paket
A, B, C untuk masyarakat yang kurang mampu. Disana, ia juga menekankan
kejujuran pada seluruh siswanya. Karena baginya hanya dengan kejujuranlah yang
akan melahirkan pemuda-pemuda pemimpin bangsa yang hebat.
Oh iya Rizki juga telah menerbitkan buku
yang berjudul “Orang Jujur Tidak Sekolah”. Menurut saya buku ini sangat bagus
untuk dibaca khususnya untuk kaum muda
Buku yang diterbitkan oleh Rizki
Salah satu bagian terfavorit
Berikut ini adalah wawancara singkat Rizki di acara kick andy
Wah jujur saja, melihat kisah hidup Andri
Rizki ini membuatku merinding. Hahaha bukan karena seram pastinya, tetapi saya
sangat salut dengan perjuangannya. Dengan keberanian dan kejujurannya ia berani
memperjuangkan kebenaran. Bukan hanya sekedar omongan saja tetapi ia
benar-benar melakukan tindakan yang nyata dan bahkan sudah ada hasilnya yaitu YPAB. Karena hal itulah menurutku Andri Rizki layak untuk disebut inspirator
muda.
Terdapat
beberapa definisi dari kebudayaan, salah satunya adalah menurut Edward Burnett
Tylor. Ia berpendapat kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di
dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat
istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Jika dlihat dari
definisi tersebut dapat kita simpulkan bahwa kebudayaan merupkan hal yang
penting yang dimiliki oleh manusia. Dimana ada kebudayaan disitulah ada
manusia. Lalu pernahkah kita berfikir tentang bagaimana manusia atau sekelompok
masyarakat jika tidak mempunyai kebudayaan? Apa dampaknya bagi mereka?
Manusia lahir
dan dibesarkan di lingkungan yang berbudaya. Kebudayaan tersebutlah yang mempersatukan
masyarakat untuk menciptakan kestabilan. Oleh karena itu budaya juga disebut
sebagai identitas bangsa. Jadi apa bila suatu bangsa tidak memilik kebudayaan
yang khas maka bangsa terebut tidak ada nilai-nilai pedoman untuk hidup secara
bersama. Jika sudah begitu suatu bangsa yang tidak mempunya kebudayaan dapat
tercerai-berai.
Adanya budaya jugalah yang dapat membedakan
antara manusia dengan hewan. Karena salah satu sifat budaya adalah mengontrol,
baik itu mengontrol manusia dalam bidang sosial, moral dan norma, dll.
Contohnya saja adalah kebudayaan mengantri, dari mengantri kita belajar untuk
saling menghormati antar setiap manusia. Dari situ kita dituntut bahwa setiap
derajat sosial seseorang mempunya hak asasi yang sama. Jadi bisa dibayangkan
bukan kacaunya hidup manusia jika tidak ada budaya.
Walaupun
demikian, kebudayaan juga dapat menimbulkan perselisihan antar sesama manusia.
Dengan adanya keragaman budaya yang terdapat dalam satu lingkungan yang sama, dapat menimbulkan pendapat-pendapat
yang saling bertentangan. Hal tersebutlah yang menjadi PR kita untuk bisa
saling melengkapi satu sama lain. Apa lagi kita berasal dari Indonesia –Negri
dengan sejuta budaya- antara budaya satu dengan yang lainnya harus meyakini
bahwa semua budaya itu masing-masing terdapat nilai positif dan negatifnya,
kita harus selalu menghargai satu sama lain agar negara Indonesia ini tetap
pada semboyannya “Bhineka Tunggal Ika”
Pemilihan
jurusan dalam kuliah sangatlah penting. Kita tidak boleh asal dalam memilih
jurusan, harus disesuaikan dengan minat dan bakat kita. Karena hal tersebut
sewatu SMA saya mulai mencari informasi-informsi mengenai jurusan yang pas
dengan minat saya. Sebenarnya dari dulu saya ingin sekali kuliah di fakultas
teknik. Mengapa demikian? Karena saya ingin mempelajari lebih jauh mengenai ilmu
penerapan sains (khususnya fisika dan kimia), tetapi juga ada ilmu manajemennya.
Selain itu, saya lebih suka menghitung dari pada menghafal hal-hal yang terlalu
banyak. Dan saya rasa memilih jurusan teknik merupakan hal yang pas untuk saya.
Hanya saja pada saat itu saya masih bingung memilih antara Teknik Kimia dan
Teknik Industri. Lalu pada akhirnya setelah beberapa kali berkonsultasi kepada
orang tua saya, guru dan teman teman akhirnya saya memilih jurusan Teknik
Industri.
Mengapa memilih
teknik industri?
Teknik industri
merukan jurusan yang luas, bukan hanya ilmu sains saja yang dipelajari tetapi
ilmu sosialnya juga ada, seperti manajemen dan ekonomi. Selain itu di teknik
industri ini saya juga akan diajarkan bagaimana caranya berpola pikir atau
memecahkan masalah secara kreatif dan efisien, baik dari segi proses, system dan
waktu. Menurut saya hal tersebut merupakan bekal yang baik untuk nantinya di
dunia kerja.
Alasan
yang lainnya adalah karena prospek kerja jurusan Teknik Industri yang luas. Hmmm..
untuk hal tersebut pasti sudah menjadi rahasia umum bukan? Ya tentu saja lulusan
sarjana Teknik Industri bisa bekerja di bidang produksi, entrepreneur,
manufraktur, perancangan system dan masih banyak lagi. Oleh karena itu saya
merasa tertantang. Belum lagi di Teknik Industri terdapat beberapa matakuliah
yang saya senangi yaitu yang berhubungan dengan matematika dan fisika. Hal tersebut
membuat saya tambah semangat dalam belajar dan untuk memdapatkan IPK yang
tinggi. Aamiin...