Minggu, 26 Juni 2016

Technology Cause Ethics and Culture Down



Di era globalisasi dunia berkembang sangat pesat, dan salah satu penyebabnya adalah teknologi. Teknologi memberikan banyak kemudahan bagi manusia. Dengan adanya teknologi memugkinkan kita untuk dapat melakukan hal apa saja. Contohnya jika kita kesusahan dalam suatu bidang/masalah tertentu, kita bisa mencari referensi solusinya di internet. Selain itu dengan muncul smart-phone juga memudahkan kita dikehidupan sehari-hari. Namun demikian, jika penggunaan teknologi tidak dapat kita batasi hal tersebut justru akan membawa dampak negatif bagi penggunanya.

Salah satu dampak negatif dari penggunaan teknologi adalah hilangnya nilai moral dan etika remaja. Saat ini hampir semua remaja menggunakan handphone. Walaupun begitu hal tersebut juga dapat menimbulkan kesenjangan antara remaja satu dengan yang lain. Mereka yang memiliki HP canggih merasa bagga dan pamer, sedangkan mereka yang memiliki HP yang sederhana merasa kurang percaya diri dan minder. Hal itu membuat beberapa remaja menuntut kepada orang tuanya untuk dibelikan HP yang lebih bagus. Mungkin bagi orang tua yang berkecukupan tidak masalah, tetapi bagi orang tua yang ekonominya menengah hal iitu menjadi beban tersendiri.

Senin, 25 April 2016

Pemuda Jujur yang Menginspirasi

“Pendidikan yang jujur akan menghasilkan pemimpin yang jujur. Dan jangan pernah berhenti mendidik generasi bangsa” - Andri Rizki Putra

Inspirator adalah orang yang dapat memberikan inspirasi bagi orang banyak, baik melalui tindakan yang dapat membuat perubahan pada lingungan sekitarnya bahkan dari kerja keras dan hasil yang ia dapat untuk dirinya sendiri. Di Indonesia, generasi muda yang dapat dijadikan inspirator sangatlah banyak. Namun disini, saya akan menceritakan inspirator muda yang bernama Andri Rizki. Ya, mungkin beberapa dari kalian sudah mengetahui siapa Andri Rizki ini. Berhubung ia sering tampil di acara-acara bergengsi seperti Kick Andy, Hitam Putih, salah satu acara di Kompas TV, dan lain lain.

          Nah semakin penasaran bukan, siapa itu Andri Rizki? Oke langsung saja saya ceritakan ya J

Andri Rizki Putra atau akrab disapa Rizki ini lahir di medan, pada 20 Oktober 1991. Rizki merupakan anak tunggal dari ayah keturunan Tionghoa dan ibu keturunan Batak. Sejak kecil, ayah dan ibunya telah bercerai. Sehingga Rizki tinggal berdua bersama ibunya, ibu Arlina Sariani. Tetapi sejak masih bayi hngga berumur 6 tahun Rizki tinggal bersama kakeknya di Medan, sedangkan sang ibu mencari nafkah di Jakarta. Setelah berumur 6 tahun (tahun 1997) barulah Rizki tinggal bersama ibunya di Jakarta. Sejak kecil sang ibu tidak pernah menyuruh Rizki untuk belajar dan membebaskannya untuk memilih apapun yang disukainya, hal itulah yang membuat Rizki menjadi anak yang berani untuk berpendapat. Bagi Rizki, ibu adalah sosok yang sangat mempercainya juga selalu mendukungnya. Dan berkat kepercayaan tersebutlah Rizki menjadi seorang yang bertanggung jawab terhadap pilihan hidup yang ia pilih.

Pertengahan tahun 2006 merupakan hal yang mending dalam hidupnya. Saat Rizki berada di kelas 3 SMP dan sedang menjalani Ujian Nasonal ia menyaksikan guru dan pengawas di sekolahnya seolah-olah menutup mata terhadap anak-anak yang menyontek, bahkan ada yang mengirim kunci jawaban UN melalui SMS. Melihat hal itu Rizki sempat melaporkan kejadian tersebut kepada kepala sekolah, guru, kantor polisi, bahkan ke Indonesia Corruption Watch (ICW). Tetapi hasil yang ia dapat adalah nihil, orang-orang justru menganggap enteng dan mengucilkannya. Bahkan salah satu oknum pun berkata “Menyontek adalah hal yang biasa, jika kamu tidak bisa mengikuti arus maka kamu akan menjadi orang yangn tertinggal”. Sesudah itu sang oknum pun juga menyuruh Rizki untuk menyontek. Dari situ Rizki mulai kecewa dengan system pendidikan di Indonesia. Ia tidak mau menyontek bukan karena ia gengsi atau apa, tetapi menurutnya “Pendidikan adalah hal yang sakral, lagi pula sudah banyak orang pintar di negri ini. Jad Indonesia tidak membutuhkan orang yang pintar tetapi orang yang memiliki INTEGRITAS”. Begitulah pemikiran Rizki pada saat itu, sungguh hebat bukan J

Lalu karena Rizki sudah terlanjur kecewa di saat di SMA pun ia sering bolos. Bukan karena malas tentunya, tapi ia sakit hati pada system pendidikan di Indonesia. Juga rasa kepercayaan kepada Lembaga Pendidikan Formal pun telah hilang. Ia tahu pasti kecurangan UN tersebut pasti akan terulang kembali di akhir masa sekolah. Baru masuk SMA 2 setengah bulan, Rizki pun memutuskan untuk keluar dari sekolah. Rizki sangat beruntung memiliki ibu yang selalu mendukung keputusannya. Disaat orang lain mengucilkannya karena putus sekolah, sang ibu selalu mendukung dan mendoakannya.

Sewaktu putus sekolah, Rizki memutuskan belajar otodidak dan mengikuti pendidikan kesetaraan Paket C atau setara SMA. Ia tidak malu dan patah semangat, dengan tekat dan kejujuran ia membuktikan bahwa ia berhasil menyelesaikan pendidikan setara SMA nya dalam waktu satu tahun (akselerasi). Juga berhasil masuk di jurusan Hukum Universitas Indonesia. Selain itu, tahun 2016 ini Rizki juga berencana untuk melanjutkan S2 nya di Universitas Harvard. 

Kemudian, berawal dari keprihatinan Rizki mengenai system pendidikan di Indonesia, serta banyaknya siswa putus sekolah karena kurangnya biaya. Mendorong dirinya untuk mendirikan Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB). Melalui yayasan ini ia memberikan pendidikan gratis paket A, B, C untuk masyarakat yang kurang mampu. Disana, ia juga menekankan kejujuran pada seluruh siswanya. Karena baginya hanya dengan kejujuranlah yang akan melahirkan pemuda-pemuda pemimpin bangsa yang hebat.


Oh iya Rizki juga telah menerbitkan buku yang berjudul “Orang Jujur Tidak Sekolah”. Menurut saya buku ini sangat bagus untuk dibaca khususnya untuk kaum muda
Buku yang diterbitkan oleh Rizki
Salah satu bagian terfavorit

Berikut ini adalah wawancara singkat Rizki di acara kick andy



Wah jujur saja, melihat kisah hidup Andri Rizki ini membuatku merinding. Hahaha bukan karena seram pastinya, tetapi saya sangat salut dengan perjuangannya. Dengan keberanian dan kejujurannya ia berani memperjuangkan kebenaran. Bukan hanya sekedar omongan saja tetapi ia benar-benar melakukan tindakan yang nyata dan bahkan sudah ada hasilnya yaitu YPAB. Karena hal itulah menurutku Andri Rizki layak untuk disebut inspirator muda.

Selasa, 29 Maret 2016

Bagaimana Jika Tidak Ada Kebudayaan?





Terdapat beberapa definisi dari kebudayaan, salah satunya adalah menurut Edward Burnett Tylor. Ia berpendapat kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang  sebagai anggota masyarakat. Jika dlihat dari definisi tersebut dapat kita simpulkan bahwa kebudayaan merupkan hal yang penting yang dimiliki oleh manusia. Dimana ada kebudayaan disitulah ada manusia. Lalu pernahkah kita berfikir tentang bagaimana manusia atau sekelompok masyarakat jika tidak mempunyai kebudayaan? Apa dampaknya bagi mereka?
Manusia lahir dan dibesarkan di lingkungan yang berbudaya. Kebudayaan tersebutlah yang mempersatukan masyarakat untuk menciptakan kestabilan. Oleh karena itu budaya juga disebut sebagai identitas bangsa. Jadi apa bila suatu bangsa tidak memilik kebudayaan yang khas maka bangsa terebut tidak ada nilai-nilai pedoman untuk hidup secara bersama. Jika sudah begitu suatu bangsa yang tidak mempunya kebudayaan dapat tercerai-berai.
 Adanya budaya jugalah yang dapat membedakan antara manusia dengan hewan. Karena salah satu sifat budaya adalah mengontrol, baik itu mengontrol manusia dalam bidang sosial, moral dan norma, dll. Contohnya saja adalah kebudayaan mengantri, dari mengantri kita belajar untuk saling menghormati antar setiap manusia. Dari situ kita dituntut bahwa setiap derajat sosial seseorang mempunya hak asasi yang sama. Jadi bisa dibayangkan bukan kacaunya hidup manusia jika tidak ada budaya.
Walaupun demikian, kebudayaan juga dapat menimbulkan perselisihan antar sesama manusia. Dengan adanya keragaman budaya yang terdapat dalam satu lingkungan yang  sama, dapat menimbulkan pendapat-pendapat yang saling bertentangan. Hal tersebutlah yang menjadi PR kita untuk bisa saling melengkapi satu sama lain. Apa lagi kita berasal dari Indonesia –Negri dengan sejuta budaya- antara budaya satu dengan yang lainnya harus meyakini bahwa semua budaya itu masing-masing terdapat nilai positif dan negatifnya, kita harus selalu menghargai satu sama lain agar negara Indonesia ini tetap pada semboyannya “Bhineka Tunggal Ika”



Senin, 21 Maret 2016

Kenapa Saya Memilih Teknik Industri?


           Pemilihan jurusan dalam kuliah sangatlah penting. Kita tidak boleh asal dalam memilih jurusan, harus disesuaikan dengan minat dan bakat kita. Karena hal tersebut sewatu SMA saya mulai mencari informasi-informsi mengenai jurusan yang pas dengan minat saya. Sebenarnya dari dulu saya ingin sekali kuliah di fakultas teknik. Mengapa demikian? Karena saya ingin mempelajari lebih jauh mengenai ilmu penerapan sains (khususnya fisika dan kimia), tetapi juga ada ilmu manajemennya. Selain itu, saya lebih suka menghitung dari pada menghafal hal-hal yang terlalu banyak. Dan saya rasa memilih jurusan teknik merupakan hal yang pas untuk saya. Hanya saja pada saat itu saya masih bingung memilih antara Teknik Kimia dan Teknik Industri. Lalu pada akhirnya setelah beberapa kali berkonsultasi kepada orang tua saya, guru dan teman teman akhirnya saya memilih jurusan Teknik Industri.


Mengapa memilih teknik industri?


          Teknik industri merukan jurusan yang luas, bukan hanya ilmu sains saja yang dipelajari tetapi ilmu sosialnya juga ada, seperti manajemen dan ekonomi. Selain itu di teknik industri ini saya juga akan diajarkan bagaimana caranya berpola pikir atau memecahkan masalah secara kreatif dan efisien, baik dari segi proses, system dan waktu. Menurut saya hal tersebut merupakan bekal yang baik untuk nantinya di dunia kerja.

               Alasan yang lainnya adalah karena prospek kerja jurusan Teknik Industri yang luas. Hmmm.. untuk hal tersebut pasti sudah menjadi rahasia umum bukan? Ya tentu saja lulusan sarjana Teknik Industri bisa bekerja di bidang produksi, entrepreneur, manufraktur, perancangan system dan masih banyak lagi. Oleh karena itu saya merasa tertantang. Belum lagi di Teknik Industri terdapat beberapa matakuliah yang saya senangi yaitu yang berhubungan dengan matematika dan fisika. Hal tersebut membuat saya tambah semangat dalam belajar dan untuk memdapatkan IPK yang tinggi. Aamiin...