Minggu, 26 Juni 2016

Technology Cause Ethics and Culture Down



Di era globalisasi dunia berkembang sangat pesat, dan salah satu penyebabnya adalah teknologi. Teknologi memberikan banyak kemudahan bagi manusia. Dengan adanya teknologi memugkinkan kita untuk dapat melakukan hal apa saja. Contohnya jika kita kesusahan dalam suatu bidang/masalah tertentu, kita bisa mencari referensi solusinya di internet. Selain itu dengan muncul smart-phone juga memudahkan kita dikehidupan sehari-hari. Namun demikian, jika penggunaan teknologi tidak dapat kita batasi hal tersebut justru akan membawa dampak negatif bagi penggunanya.

Salah satu dampak negatif dari penggunaan teknologi adalah hilangnya nilai moral dan etika remaja. Saat ini hampir semua remaja menggunakan handphone. Walaupun begitu hal tersebut juga dapat menimbulkan kesenjangan antara remaja satu dengan yang lain. Mereka yang memiliki HP canggih merasa bagga dan pamer, sedangkan mereka yang memiliki HP yang sederhana merasa kurang percaya diri dan minder. Hal itu membuat beberapa remaja menuntut kepada orang tuanya untuk dibelikan HP yang lebih bagus. Mungkin bagi orang tua yang berkecukupan tidak masalah, tetapi bagi orang tua yang ekonominya menengah hal iitu menjadi beban tersendiri.


Lalu saat di kelas, tak sedikit siswa yang memainkan HP nya saat sedang jam pelajaran. Ketika ditegur oleh guru, mereka hanya menjawab sepatah dua patah seperti “maaf pak saya lupa mematikan handphone” / “iya pak maaf”. Dan para guru pun tidak dapat berbuat apa-apa, mau tidak mau hanya memaklumi perlakuan siswanya. Dari kejadian tersebut kita bisa melihat bahwa sekarang ini etika dan rasa menghormati para pelajar sudah mulai hilang. Semua terjadi karena para remaja sudah ketergantungan akan teknologi.



siswa bermain HP saat guru menerangkan

Sikap dalam berinteraksi dengan orang yang lebih tua dan sepantar juga seakan-akan tidak ada perbedaannya. Hal tersebut terjadi karena komunikasi zaman sekarang yang tidak mengharuskan untuk bertatap muka membuat rasa hormat dan sungkan luntur secara  perlahan-lahan. Yang ada hanya prilaku yang bersifat semu bahkan cenderung bersifat subyektif. Mengapa subjektif? Karena mereka hanya menunjukan hormatnya ketika mereka perlu (menghadap). Bahkan terkadang besikap acuh tak acuh (sibuk bermain HP) kepada orang yang ada disampingnya, seperti orang tua, dosen, dan temannya sendiri.

Mendekatkan yang jauh-Menjauhkan yang dekat
 
Bagaimana cara mengatasinya?
Kalau menurut saya cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan contoh kebiasaan perilaku baik dari orang tua kepada anaknya. Mengapa orang tua? karena orang tua merupakan orang yang pertama kali menjadi panutan bagi anak, dan juga rumah adalah tempat pendidikan pertama bagi semua orang. Hal-hal yang dapat dicontohkan seperti membiasakan anak untuk bersikap menghormati kepada orang yang lebih tua, dan saling menyayangi antar sesama. Selain itu alangkah lebih baiknya jika para orang tua memberikan penjelasan baik-buruk nya teknologi (handphone) kepada sang anak sebelum memberikannya. Hal tersebut membuat anak menjadi lebih siap dan bertanggung jawab dalam menggunakan handphone.

Kedua, batasi penggunaan HP dan jadilah pribadi yang percaya diri. Karena sebagian besar alasan remaja menggunakan HP pada suasana ramai adalah kurangnya rasa percaya diri mereka. Mereka kurang percaya diri untuk bergaul dengan lingkungan sekitar, sehingga mereka merasa terasingkan dan bosan. Untuk itulah mereka menggunakan HP sebagai pelampiasan. jika sudah percaya diri, mulailah menjadi peka pada lingkungan sekitar. Contohnya jika kita sedang berada di kereta dan ada orang tua, wanita hamil, anak kecil yang tidak kebagian tempat duduk, berkorbanlah sebentar. Berilah mereka tempat duduk karena mereka membutuhkannya. Jangan malah asik main hp sendiri.atau ketika dosen dan teman sedang berbicara simpanlah barang-barang elektronik kalian dan dengarkan apa yang mereka bicarakan. Nah, dengan begitu mudah-mudahan kita bisa menjadi masyarakat yang baik, yang beretika juga tidak lupa dengan budaya bangsa Indonesia itu sendiri walaupuun teknologi berkembang dengan pesat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar