Di era
globalisasi dunia berkembang sangat pesat, dan salah satu penyebabnya adalah
teknologi. Teknologi memberikan banyak kemudahan bagi manusia. Dengan adanya
teknologi memugkinkan kita untuk dapat melakukan hal apa saja. Contohnya jika
kita kesusahan dalam suatu bidang/masalah tertentu, kita bisa mencari referensi
solusinya di internet. Selain itu dengan muncul smart-phone juga memudahkan
kita dikehidupan sehari-hari. Namun demikian, jika penggunaan teknologi tidak
dapat kita batasi hal tersebut justru akan membawa dampak negatif bagi
penggunanya.
Salah satu
dampak negatif dari penggunaan teknologi adalah hilangnya nilai moral dan etika
remaja. Saat ini hampir semua remaja menggunakan handphone. Walaupun begitu hal
tersebut juga dapat menimbulkan kesenjangan antara remaja satu dengan yang
lain. Mereka yang memiliki HP canggih merasa bagga dan pamer, sedangkan mereka
yang memiliki HP yang sederhana merasa kurang percaya diri dan minder. Hal itu
membuat beberapa remaja menuntut kepada orang tuanya untuk dibelikan HP yang
lebih bagus. Mungkin bagi orang tua yang berkecukupan tidak masalah, tetapi
bagi orang tua yang ekonominya menengah hal iitu menjadi beban tersendiri.
Lalu saat di
kelas, tak sedikit siswa yang memainkan HP nya saat sedang jam pelajaran.
Ketika ditegur oleh guru, mereka hanya menjawab sepatah dua patah seperti “maaf
pak saya lupa mematikan handphone” / “iya pak maaf”. Dan para guru pun tidak
dapat berbuat apa-apa, mau tidak mau hanya memaklumi perlakuan siswanya. Dari
kejadian tersebut kita bisa melihat bahwa sekarang ini etika dan rasa
menghormati para pelajar sudah mulai hilang. Semua terjadi karena para remaja
sudah ketergantungan akan teknologi.
![]() |
| siswa bermain HP saat guru menerangkan |
Sikap dalam berinteraksi dengan
orang yang lebih tua dan sepantar juga seakan-akan tidak ada perbedaannya. Hal
tersebut terjadi karena komunikasi zaman sekarang yang tidak mengharuskan untuk
bertatap muka membuat rasa hormat dan sungkan luntur secara perlahan-lahan. Yang ada hanya prilaku yang
bersifat semu bahkan cenderung bersifat subyektif. Mengapa subjektif? Karena mereka
hanya menunjukan hormatnya ketika mereka perlu (menghadap). Bahkan terkadang
besikap acuh tak acuh (sibuk bermain HP) kepada orang yang ada disampingnya,
seperti orang tua, dosen, dan temannya sendiri.
![]() |
Mendekatkan yang jauh-Menjauhkan yang dekat![]() |
Bagaimana cara mengatasinya?
Kalau menurut
saya cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan contoh
kebiasaan perilaku baik dari orang tua kepada anaknya. Mengapa orang tua?
karena orang tua merupakan orang yang pertama kali menjadi panutan bagi anak,
dan juga rumah adalah tempat pendidikan pertama bagi semua orang. Hal-hal yang
dapat dicontohkan seperti membiasakan anak untuk bersikap menghormati kepada
orang yang lebih tua, dan saling menyayangi antar sesama. Selain itu alangkah
lebih baiknya jika para orang tua memberikan penjelasan baik-buruk nya
teknologi (handphone) kepada sang anak sebelum memberikannya. Hal tersebut
membuat anak menjadi lebih siap dan bertanggung jawab dalam menggunakan
handphone.
Kedua, batasi
penggunaan HP dan jadilah pribadi yang percaya diri. Karena sebagian besar alasan
remaja menggunakan HP pada suasana ramai adalah kurangnya rasa percaya diri
mereka. Mereka kurang percaya diri untuk bergaul dengan lingkungan sekitar,
sehingga mereka merasa terasingkan dan bosan. Untuk itulah mereka menggunakan
HP sebagai pelampiasan. jika sudah percaya diri, mulailah menjadi peka pada
lingkungan sekitar. Contohnya jika kita sedang berada di kereta dan ada orang
tua, wanita hamil, anak kecil yang tidak kebagian tempat duduk, berkorbanlah
sebentar. Berilah mereka tempat duduk karena mereka membutuhkannya. Jangan malah
asik main hp sendiri.atau ketika dosen dan teman sedang berbicara simpanlah
barang-barang elektronik kalian dan dengarkan apa yang mereka bicarakan. Nah, dengan
begitu mudah-mudahan kita bisa menjadi masyarakat yang baik, yang beretika juga
tidak lupa dengan budaya bangsa Indonesia itu sendiri walaupuun teknologi
berkembang dengan pesat.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar