REVIEW JURNAL INTERNATIONAL
Judul
|
Dagnostic
Framework and Health Check Tool for Engineering and Technology Projects (Kerangka Diagnostik dan Pemeriksaan Alat
Kesehatan untuk Proyek Teknik dan Teknologi)
|
Jurnal
|
Journal of Industrial Engineering and
Management
|
Vol
|
Vol. 7 No. 5
|
Halaman
|
1145-1166
|
Tahun
|
2014
|
Penulis
|
Simon
P.Philbin from Imperial College Business School Imperial College London (Uined
Kingdom), and Donald A.Kennedy from Willbros Group Inc. (Canada)
|
Download
|
|
Reviewer
|
Prameswari
Salsabila
|
Tanggal
|
26 Desember 2017
|
Abstrak
Tujuan: Pengembangan berorientasi praktisi kerangka
diagnostik dan pemeriksaan alat kesehatan untuk mendukung penilaian dari peoyek
teknik dan teknologi.
Desain / metodologi / pendekatan: Penelitian ini
didasarkan pada tinjauan literatur mengenai penilaian proyek dan faktor
keberhasilan penting untuk membangun pandangan sistem proyek yang terintegrasi.
Sistem ini diperpanjang untuk memungkinkan kerangka diagnostik yang
komprehensif dan dikembangkan bersama dengan alat pemeriksaan kesehatan tingkat
tinggi yang dapat mudah digunakan pada proyek-proyek. Utilitas dari diagnostik
kerangka kerja dan pemeriksaan kesehatan alat dieksplorasi melalui tiga studi
kasus ilustratif, dengan dua dari Kanada dan satu dari Inggris.
Temuan dan Orisinalitas / nilai: Kinerja teknik dan
teknologi proyek dapat dilihat melalui perspektif sistem dan fungsi dari enam
kontribusi sub-sistem yaitu: proses, teknologi, sumber daya, dampak,
pengetahuan dan budaya. Kerangka
Diagnostik yang dikembangkan melalui penelitian ini mengintegrasikan sub-sistem
untuk menyediakan metodologi penilaian yang kuat untuk proyek yang terkait, ulasan
kinerja manajemen dan model kedewasaan. Studi kasus memberikan wawasan
manajerial yang terkait dengan kerangka diagnostik tetapi juga memposisikan
pendekatan dalam konteks aplikasi industri untuk teknik konstruksi dan
manajemen teknologi.
Penelitian / implikasi: Pendekatan studi kasus mencakup
dari konstruksi, fasilitas sektor pembangunan kemudian riset sektor dan
teknologi. Pekerjaan lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki penggunaan
kerangka diagnostik pemeriksaan kesehatan alat di sektor lain.
Implikasi praktis: Alat pemeriksaan kesehatan akan
bermanfaat praktis untuk proyek-proyek baru manajer yang membutuhkan akses
tinjauan metodologi yang kuat dan nyaman untuk menilai status dan kesehatan
dari portofolio. Alat ini juga dapat digunakan secara berkala untuk melacak
kinerja proyek.
Orisinalitas / nilai: Makalah ini memberikan tampilan
yang unik dan mendukung kerangka kerja manajemen untuk membantu manajer proyek
menilai status dan kesehatan proyek. Nilai ini dapat dikaitkan dengan perluasan
literatur mengenai alat diagnostik untuk manajemen proyek rekayasa serta
wawasan yang disediakan dalam tiga studi kasus internasional, yang
mengeksplorasi ruang lingkup dan penerapan alat pemeriksaan kesehatan akan
digunakan untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki kesulitan dan yang
membutuhkan implementasi strategi pemulihan proyek.
Kata kunci: manajemen proyek teknik, penilaian proyek dan
review, kinerja proyek, diagnosa, pemeriksaan kesehatan, studi kasus.
1.
Pendahuluan
Pada hari pertama di tempat
kerja, manajer proyek teknik baru dihadapkan dengan sejumlah tantangan. Salah
satu tantangan yang terpenting, yaitu menilai proyek dan memastikan kesehatan
proyek. Hal ini diperlukan untuk memastikan kemajuan aktivitas proyek, tugas
proyek yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal, tingkat pengeluaran yang sesuai
dengan anggaran, serta kinerja dan kualitas dapat tercapai sesuai dengan
spesifikasi. Berdasarkan hal tersebut maka manajer proyek harus memahami apakah
metodelogi manajemen proyek telah dilaksanakan secara memadai melalui
pengendalian proyek dan pengaturan tata cara proyek yang efektif, serta apakah
kinerja proyek sesuai dengan pandangan stakeholder, senior internal, staf
teknik, serta perwakilan klien. Ketidakmampuan seorang manajer proyek teknik
baru untuk melakukan penilaian proyek yang efektif dan pemeriksaan kesehatan
proyek secara tepat waktu akan berpotensi terhapat kinerja proyek tersebut. Oleh
karena itu, memperoleh akses cepat pada alat diagostik yang handal dapat
membentu manajer proyek teknik baru untuk menilai status proyek secara cepat
dan efisien.
Jurnal ini membahas mengenai
penilaian kinerja proyek dengan memberikan rincian mengenai kerangka diasnotik
dan alat pengecekan kesehatan yang dikembangkan untuk membantu manajer proyek
menilai status dan kesehatan proyek. Kerangka diasnotik akan menggabungkan
pandangan sistem terpadu sehingga dapat melihat kompleksitas ligkungan proyek
dan faktor pendukung yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja proyek. Hal ini
tentu saja dapat membantu mengidentifikasi masalah mendasar sehingga dapat
merumuskan rencana pemulihan proyek.
2. Tinjauan
Literatur
Penilaian kinerja
proyek perlu melibatkan penilian terhadap jadwal, pengeluaran, kualitas output
yang dikaitkan dengan kesiapan dari metodelogi proyek yang digunakan (Jin, Chai
& Tan, 2014). Para penulis juga mengidentifikasika tujuh tema utama dari
factor penentu keberhasilan yang dapat dipertimbangkn dalam menilai kesehatan
suatu proyek, yaitu biaya, waktu, kualitas, hubungan, keselamatan, lingkungan
dan stakeholder. Pencapaian waktu, biaya, kualitas dalam proyek teknik dapat
diatasi melalui penerapan proses
3.
Pengembangan Kerangka Diagnostik
3.1
Tampilan Sistem Terpadu
Pengembangan
kerangka diagnostik ini bertujuan untuk mendukung penilaian proyek. Terdapat
enam faktor penentu dari penilaian kinerja proyek, yaitu proses, budaya,
dampak, pengetahuan, teknologi, dan sumber daya. Pemeriksaan kesehatan proyek dapat dilakukan secara periodik, dimulai dengan
permulaan proyek yaitu memberikan kepercayaan diri untuk melanjutkan inisiasi,
mendukung tinjauan proyek, kemudian jika seorang manajer proyek tiba-tiba
meninggalkan organisasi maka pemeriksaan kesehatan proyek dapat dilakukan oleh
manajer proyek pengganti.
3.2 Kerangka Diagnostik
Tabel
di bawah ini merupakan kriteria diagnostik yang telah dikembangkan oleh penulis
dengan mempertimbangkan praktik dan pendekatan terbaik saat ini untuk penilaian
proyek serta faktor keberhasilan kritis dari bidang manajemen proyek terkait.
|
Sub-Sistem
|
Kriteria
Pendukung Peninjauan
|
|
Proses
|
1. Proses perencanaan proyek yang efektif, termasuk
perencanaan bisnis, sumber daya, keuangan, mutu dan resiko
2. Inisiasi proyek, start up, dan penutupan
proyek
3. Proses pengiriman proyek dan teknis yang bersifat
konteks
4. Pengaturan tata kelola proyek untuk
memastikan tingkat kemudi dan koordinasi
5. Proses pengendalian, termasuk administrasi
dan perubahan
6. Proses pelaporan proyek, termasuk pelaporan
internal dan eksternal
7. Proses pemberian kontrak dan pengadaan
untuk mendukung kontrak, subkontrak dan kegiatan pembelian
8. Hubungan dan komunikasi pemangku
kepentingan
9. Peninjauan berkala dan praktik terbaik
selama proyek berlangsung
|
|
Teknologi
(Sistem ICT)
|
10. Mendukung pembuatan profil biaya proyek
danpemodelan bisnis melalui perangkat lunak.
11. Sistem perencanaan sumber daya perusahaan
untuk mencatat dan memantau pengeluaran terhadap anggaran proyek
12. Jadwal proyek dengan grafik Gantt
13. Memperoleh analisis nilai (EVA)
14. Sistem perangkat lunak manajemen risiko
untuk identifikasi dan mitigasi risiko proyek
15. Siklus hidup proyek
|
|
Sumber
Daya
|
16. Manajer proyek ditunjuk berdasarkan latar
belakang, kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mendorong
peningkatan proyek
17. Manajer program mengawasi kemajuan proyek
18. Dewan tata kelola yanag tepat termasuk
senior dari organisasi pemasok dan perwakilan yang sesuai dari organisasi
klien
19. Staff pengiriman proyek termasuk spesialis
teknik dan teknologi yang diperlukan
20. Staf pendukung seperti administrasi proyek,
dan lain-lain
21. Akses ke staf generalis di perusahaan yang
menyediakan fungsi lain seeprti pengadaan, pembayaran, kesehatan &
keselamatan, pemasaran dan penjualan
|
|
Dampak
|
22. Penilaian opsi dilakukan untuk mendukung
pendanaan proyek dan pemilihan pendekatan proyek
23. Proposisi niai industri serta dukungan
nilai fondasi yang jelas dan konsisten
24. Manfaat organisasi yang lebih luas
25. Peningkatan keterampilan dan pengembangan
kompetensi baru untuk anggota tim proyek
26. Penciptaan peluan pendapatan masa depan,
termasuk area bisnis baru, perluasan produk, dan penngembangan strategis
27. Keluaran proyek terkait dengan stakeholder,
kelestarian lingkungan dan manfaat sosial dari jangka panjang proyek
|
|
Pengetahuan
|
28. Mengakses data latar belakang dan informasi
daru sumber pihak ketiga
29. Pembangkitan data teknis baru dan informasi
yang dibutuhkan
30. Ketersediaan pengetahuan teknis dalam
proyek pada semua staf
31. Pengetahuan yang ditimbulkan dari proses
pelaporan proyek
32. Data dan informasi diperlukan untuk
mendukung proses manajemen proyek
|
|
Budaya
|
33. Mendukung budaya yang mempromosikan kerja
terbuka dan jujur
34. Pola kerja, interaksi dan komunikasiyang
mendukung
35. Kepercayaan yang dikembangkan antara
pemasok dank lien
36. Pandangan luas dan perspektif manajer
proyek
37. Budaya yang mendukung keuntungan timbal
ballik bagi pemasok dan klien, yaitu budaya ‘win-win’
|
3.3 Alat Cek Kesehatan Proyek
Kerangka
diagnostik dapat membantu manajer proyek untuk menilai kesehatan proyeknya. Alat
penilaian yang digunakan berdasarkan pada penggunaan teknik diagram web. Alat
ini dapat digunakan untuk menilai secara efektif proyek dengan enam sub-sistem,
malalui tingkat kemampuan rendah, sedang atau tinggi. Berikut ini adalah gambar
alat penilaian untuk mendukung pemeriksaan kesehatan proyek.
4. Investigasi Studi Kasus
Studi
kasus diambil berdasarkan pengalaman kolektif penulis dalam manajemen proyek
yang digabungkan mewakili lebih dari 30 tahun. Jurnal ini memeiliki 3 studi
kasus, yaitu 2 dari Kanada dan 1 dari Inggris. Berikut merupakan ketiga studi
kasus tersebut.
4.1 Studi Kasus #1: Proyek Kontruksi di Kanada
Eugene merupakan
seorang manajer proyek baru dari proyek kontruksi, sehingga ia belum mempunyai
pengalaman dalam keterpaparan mengelola proyek dalam perusahaan. Pembangunan
lapangan direncanakan dalam empat bulan dengan rancangan teknik dan tahap
pengadaan dilaporkan. Eugene mempelajari status proyek melalui laporan lisan
pada pertemuan rutin. Namun, beberapa minggu proyek itu berjalan, Eugene merasa
tidak nyaman karena proyek tidak sesuai dengan rencana seperti pengiriman yang
tidak sesuai jadwal, orang yang tidak bertanggung jawab pada bagian tersebut,
serta biaya ekspedisi tambahan sangat diperlukan. Berdasrkan hal tersebut maka
alat pemeriksaan diagnostik dan kesehatan akan membantu Eugene untuk penilaian
berbasis sistem berdasarkan proyek. Gambar dibawah ini memberikan ilustratif
penilaian kerangka diagnostic, bahwa sub-sistem teknologi dan sumber daya
memiliki tingkat kemampuan yang tinggi, dampak dan pengetahuan memiliki tingkat
kemampuan menengah, serta sub sistem budaya dan proses memiliki tingkat
kemampuan yang rendah. Berdasarkan implementasi ini, maka Eugne terbantu untuk
menentukannn langkah perbaikan bagi proyeknya.
4.2 Studi Kasus #2: Proyek Pengembangan
Faslitas di Kanada
Susan
dipindahkan dari pabrik fabrikasi menjadi manajer proyek kontruksi lapangan
yang sedang membangun fasilitas baru, Susan menggantikan manajer yang lama
(Troy). Proyek ini memiliki sisa waktu 8 bulan dari dua tahun waktu keseluruhan
proyek. Setelah ditempat Susan meninjau ulang ruang lingkup dan perkiraan biaya
akhir, sehingga disepakati proyek ini akan sesuai dengan keputusan manajemen.
Namun ketika ia menghubungi subkontraktor untuk menanyakan harga, ia diberitahu
jika vendor tidak pernah menyetujui harga perusahaan dan hanya memberikan
perkiraan harga kasar saja. Ketika meninjau berkas kembali, Susan menemukan
bahwa Troy tidak jujur dalam melakukan pembelian. Oleh karena itu Susan
menggunakan alat pemeriksaan diagnostic dan kesehatan, berdasarkan gambar di
bawah ini maka diketahui walaupun sub sistem sumber daya memiliki tingkat yang
tinggi, dan sub sistem teknologi-dampak-budaya tingkat menengah, tetapi sub
sistem proses dan pengetahuan memiliki tingkat yang rendah.Implementasi langkah
perbaikan untuk memulihkan proyek sehingga membantu Susan dalam keadaan
sulitnya.
4.3 Studi Kasus #3: Proyek Penelitian dan
Teknologi di Inggris
James
adalah seorang manajer proyek yang bekerja dalam riset independen dan mengelola
sejumlah proyek penelitian yang melibatkan kimia sintetis, formulasi bahan dan
tekologi pengelohan untuk aplikasi bahan berkinerja tinggi. Saat ini, James
menggantikan Henry untuk menjalankan proyek pengembangan teknlogi dan pengujian
mekanis dari serangkaian formulasi berbasis polimer. Pertemuan pertama, James
menemukan bahwa proyek Henry tidak terdapat perencanaan tugas yang baik, hal
ini membuat James melanjutkan penyelidikan lebih lanjut terhadap ERP. James
dihadapkan dengan kebutuhan akan tindakan mendesak untuk memulihkan proyek.
James mulai melakukan tinjauan rapat berkala, yang berfokus untuk meninjau
kemajuan teknis mengenai masalah pengeluaran, kesehatan dan keselamatan proyek,
pengeolaan resiko dan kemajuan proyek, serta budaya proyek yang lebih terbuka
dan jujur. Kasus ini menyoroti bagaimana tindakan perbaikan bila dilakukan
secara tepat waktu dan berfokus pada area yang kurang. Jika menggunaan alat
pemeriksaan maka akan memberikan gambaran indentifikasi bahwa sub-sistem dampak
memiliki tingkat kemampuan tinggi, sub-sistem sumber daya, teknologi, dan
pengetahuan memiliki tingkat kemampuan menengah, namun sub sistem proses dan
buadya memiliki tinkat kebutuhan yang rendah. Sehingga fokus pemulihan dapat
dilakukan pada proses dan budaya.
5. Kesimpulan dan Saran
5.1 Kesimpulan
Kerangka diagnostik dan alat
cek kesehatan proyek adalah suatu pendukung berdasarkan pandangan sitem terpadu
dengan menggabungkan 6 sub-sistem. Alat ini bukan hanya membantu
mengidentifiksi langkah perbaikan yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proyek
yang gagal berdasarkan keadaan yang paling lemah, namun juga dapat
mengidentifikasi area dengan tingkat kemampuan tinggi dalam proyek yang perlu
dipertahankan. Selain itu kerangka ini dapat diterapkan secara berkala untuk
mengukur kinerja di 6 sub-sistem yang berkontriibusi terhadap knerja proyek
5.2 Saran
Disarankan
untuk mengeksplorasi sifat sistemik, ketergantungan dan konektivitas antara
sub-sistem, sehingga kerangka ini dapat digunakan secara lebih kompleks.
Kemudian dalam penerapan kerangka diagnostik ini juga disarankan untuk
menyelidiki factor-faktor spesifik dan mengidentifikasi pola lintasan dalam
proyek, yaitu memahami apakah proyek di industri tertentu cenderung menunjukkan
tingkat kemampuan tinggi, menengah, atau rendah.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar